Senin, 20 April 2015

oprasi Fibroadenoma mammae (FAM) part II

Assalamu’alaikum kawaannn…… ketemu lagi nihh :) 

Lanjut tentang oprasi FAM saya, pada tanggal 11 Maret 2015 saya bersiap untuk melakukan oprasi. sekitar jam 07.00 pagi, saya bersama suami datang ke Graha H*ta Husada untuk mendaftar kembali, setelah sekitar 2,5 jam menunggu, saya kembali dipanggil ke ruang tindakan untuk chek  riwayat kesehatan. Mulai dari tinggi badan, berat badat, alergi obat, pernah asma ataukah tidak, dll. Kemudian saya di minta untuk menunggu lagi. Sekitar pukul 10.00 saya dipanggil kembali ke ruang tindakkan dan di minta mengganti baju saya dengan baju "kebesaran'' pasien dan setelahnya saya di infus di punggung tangan kanan saya.

Tepat pukul 10.15, saya di bawa ke ruang  pra oprasi dan di pasang Elektrokardiogram untuk mendeteksi detak jantung saya. Di ruang itu saya kembali ditanya tentang riwayat kesehatan. Dan tepat pukul 10.30, saya dibawa ke ruang oprasi yang sangat dingin. Awalnya saya kembali deg-degan banget, tangan dan kaki saya menggigil. Tapi setelah saya melihat ada banyak perawat dan dokter di dalam, saya sedikit lebih tenang. Mereka berusaha membuat saya tenang dengan mengajak saya mengobrol dan bercanda. Saya terus berdo'a dan berdo'a agar oprasi saya lancar. Kemudian seorang perawat perempuan menyuntikkan obat bius ke selang infus saya. Sembari berdo'a, saya tarik nafas pelan, tutup mata, buka mata, tutup mata lagi, dan ketika membuka mata lagi, saya sudah berada di ruang pemulihan. Rasanya masih sangat berat membuka mata, dan ketika saya melihat orang di sekitar saya, saya seperti melihat mereka menjadi double. Saya mencoba memejamkan mata lagi, tapi beberapa saat kemudian seorang perawat membangunkan saya dan kemudian saya dipindah ke ruang observasi di Graha.

Saya tidak merasakan sakit atau panas sama sekali di bagian bekas oprasi seperti yang banyak dibicarakan orang-orang pasca oprasi. Cuma, kalau boleh jujur ada 2 hal yang membuat saya menangis pasca oprasi, yaitu kebelet pipis dan haus yang sangat amat menyiksa( karena sebelumya saya puasa dari kemarennya) :D Sadar dari oprasi pukul 12.15 dan baru boleh minum sekitar pukul 16.30, itupun hanya 1 tutup botol air mineral. :( Begitu terulang hingga 4x berjeda watu 5 menit sekali. :( Sekitar pukul 17.30, saya dipindahkan dari ruang observasi ke ruang rawat inap. Oh ya, di ruang observasi, saya sempat dikasih liat oleh suami bentuk tumor yang selama 2,5 tahun bersarang di payudara saya. Yang menurut saya bentuknya seperti lemak daging sapi :D dan berdiameter sekitar 4cm.

Nah, itu sedikit pengalaman saya mengenai oprasi FAM ini...semoga bermanfaat untuk teman-teman semua dan buat teman-teman yang mengalami hal seperti saya, jangan pernah takut untuk berkonsultasi dengan dokter dan melakukan tindakkan oprasi. Kesehatan anda, berada pada diri dan sugesti anda sendiri.

Salam  sehat dari saya,,, :*

Wassalamu'alaikum Wr. Wb. :) :*


Jumat, 20 Maret 2015

oprasi Fibroadenoma mammae (FAM)



Assalamu’alaikum kawaannn……

            Berawal dari 2 tahun 5 bulan yang lalu, 3 atau 4 hari setelah menstruasi saya merasa ada benjolan di sekitar payudara kiri bawah. Benjolan itu terasa nyeri dan sakit, bahkan dengan sedikit sentuhan. Rasa sakit tersebut berlangsung lebih kurang selama 2 minggu. Setelahnya saya mencoba memeriksakannya ke klinik Jamsostek (sekarang jadi BPJS), dan dari beberapa tanya jawab dan pemeriksaan, dokter mendiagnosa bahwa benjolan tersebut adalah FAM atau Fibroadenoma mammae.

Jadi, apa itu FAM?
       FAM adalah suatu tumor yang terdapat pada payudara dengan konsistensi padat, kenyal, dapat digerakkan dari jaringan sekitarnya, yang mempunyai bentuk bulat atau lonjong, dan berbatas tegas ( Soelarto R, 1995 : 355 ).
Fibroadenoma mammae (FAM), berasal dari fibro = jaringan ikat dan adonema = jaringan kelenjar. Bisa tunggal, beberapa atau dalam bentuk kompleks. Umumnya menyerang para remaja dan wanita dengan usia di bawah 30 tahun. Adanya fibroadenoma atau yang biasa dikenal dengan tumor payudara membuat kaum wanita selalu cemas tentang keadaan pada dirinya. Terkadang mereka beranggapan bahwa tumor ini adalah sama dengan kanker. Yang perlu ditekankan adalah kecil kemungkinan dari fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas. Fibroadenoma ini dapat kita gerakkan dengan mudah karena pada tumor ini terbentuk kapsul sehingga dapat mobile, sehingga sering disebut sebagai ”breast mouse”

           Nahhh….baru sekitar 1 minggu yang lalu, tepatnya tanggal 11 maret 2015 saya berani untuk oprasi.hihihi… Awalnya saya daftar dulu di loket RSU Isk*k, pada tanggal 8 februari 2015. Kemudian ke poli bedah, setelah di periksa dengan seorang dokter, yaitu dr. Wahyu Sp.B , saya di anjurkan untuk oprasi dan diminta terlebih dahulu ke laboratorium untuk test darah dsb. Esoknya, saya kembali lagi untuk mengambil hasil lab dan kembali ke poli bedah untuk memastikan tanggal oprasi. Dan seperti biasa kawan, saya harus antri paaaannnjang banget…. Hixz :(

           And then….you know what.? Setelah tanggal yang di sepakati, yaitu tanggal 10 maret 2015, saya bersama suami tercintrong berangkatlah ke RSU. Isk*k. setelah menunggu di poli bedah selama kurang lebih 4 jam, saya diminta ke IGD untuk meminta buku rawat inap dan setelahnya harus menunggu sekitar 30 menit. :( kasihan banget sayaaa……uda nunggu lama, pas di bawa keruang rawat inap, kamarnya uda penuh semua. :’(

Dengan banyak pertimbangan (karena kepala bagian perawat ruang A yang agak judes - mungkin karena saya menggunakan layanan BPJS-) saya memutuskan untuk sharing terlebih dahulu di Graha H*ta Husada. Pelayanan di sana lebih baik, dengan resepsionis cantik dan kalem menurutku. Tapi sayangnya, di Graha juga mempunyai masalah yang sama, “kamar penuh”. Tapi suami masih terus berusaha, bertanyalah sang nahkoda rumah tangga tentang biaya yang harus dikeluarkan untuk oprasi dan sebagainya, dan bertanya hingga kapan kira-kira bisa menempati kamar rawat inap. Dari hasil tanya jawab yang ‘agak’ alot, datanglah asisten dokter yang menanyakan dokter bedah yang di kehendaki. Dr. Ferry  Sp. B menjadi pilihan saya di Antara 4 nama dokter bedah. Setelah sekitar 1,5 jam menunggu, akhirnya ketemu juga dengan Dr. Ferry.

Setelah diperiksa beberapa saat, beliau menjelaskan tentang benjolan di payudara yang diperkirakan sudah berdiameter kurang lebih 3 cm. Yang intinya, pada dasarnya benjolan pada manusia ada 3, yaitu benjolan normal yang meliputi hidung, telinga, dll (:D tau deh apa lagi…kekeke). Dan benjolan abnormal yang bernama tumor, tumor terbagi menjadi 2 bagian, yaitu tumor ganas dan tumor jinak. Tumor jinak masih memiliki kemungkinan untuk di obati, karena sel-sel tumor tidak merusak sel-sel sehat pada tubuh, tapi tidak menutup kemungkinan tumor jinak menjadi ganas jika di biarkan terlalu lama dan akar akan menjadi kuat dan menyebar. Lain halnya dengan tumor ganas atau biasa disebut dengan kanker. Sel-sel kanker umumnya berkembang dengan cepat dan seringkali merusak sel-sel sehat dalam tubuh, sehingga memerlukan tindakkan kesehatan lebih cepat.
Dari penjelasan dr. Ferry, saya memutuskan secepatnya melakukan operasi. Dengan jadwal yang di sepakati tanggal 11 maret 2015.

Dannnnn..........lanjutnya besok ya kawann….ngantuk banget nih…. :* see you my lovely friends