Assalamu’alaikum
kawaannn……
Berawal dari 2 tahun 5 bulan yang
lalu, 3 atau 4 hari setelah menstruasi saya merasa ada benjolan di sekitar
payudara kiri bawah. Benjolan itu terasa nyeri dan sakit, bahkan dengan sedikit
sentuhan. Rasa sakit tersebut berlangsung lebih kurang selama 2 minggu. Setelahnya
saya mencoba memeriksakannya ke klinik Jamsostek (sekarang jadi BPJS), dan dari
beberapa tanya jawab dan pemeriksaan, dokter mendiagnosa bahwa benjolan tersebut
adalah FAM atau Fibroadenoma mammae.
Jadi, apa itu
FAM?
FAM adalah suatu tumor yang terdapat pada
payudara dengan konsistensi padat, kenyal, dapat digerakkan dari jaringan
sekitarnya, yang mempunyai bentuk bulat atau lonjong, dan berbatas tegas (
Soelarto R, 1995 : 355 ).Fibroadenoma mammae (FAM), berasal dari fibro = jaringan ikat dan adonema = jaringan kelenjar. Bisa tunggal, beberapa atau dalam bentuk kompleks. Umumnya menyerang para remaja dan wanita dengan usia di bawah 30 tahun. Adanya fibroadenoma atau yang biasa dikenal dengan tumor payudara membuat kaum wanita selalu cemas tentang keadaan pada dirinya. Terkadang mereka beranggapan bahwa tumor ini adalah sama dengan kanker. Yang perlu ditekankan adalah kecil kemungkinan dari fibroadenoma ini untuk menjadi kanker yang ganas. Fibroadenoma ini dapat kita gerakkan dengan mudah karena pada tumor ini terbentuk kapsul sehingga dapat mobile, sehingga sering disebut sebagai ”breast mouse”
Nahhh….baru
sekitar 1 minggu yang lalu, tepatnya tanggal 11 maret 2015 saya berani untuk
oprasi.hihihi… Awalnya saya daftar dulu di loket RSU Isk*k, pada tanggal 8
februari 2015. Kemudian ke poli bedah, setelah di periksa dengan seorang
dokter, yaitu dr. Wahyu Sp.B , saya di anjurkan untuk oprasi dan diminta
terlebih dahulu ke laboratorium untuk test darah dsb. Esoknya, saya kembali
lagi untuk mengambil hasil lab dan kembali ke poli bedah untuk memastikan
tanggal oprasi. Dan seperti biasa kawan, saya harus antri paaaannnjang banget….
Hixz :(
And then….you know
what.? Setelah tanggal yang di sepakati, yaitu tanggal 10 maret 2015, saya
bersama suami tercintrong berangkatlah ke RSU. Isk*k. setelah menunggu di poli
bedah selama kurang lebih 4 jam, saya diminta ke IGD untuk meminta buku rawat
inap dan setelahnya harus menunggu sekitar 30 menit. :( kasihan banget sayaaa……uda nunggu lama,
pas di bawa keruang rawat inap, kamarnya uda penuh semua. :’(
Dengan banyak pertimbangan (karena kepala bagian perawat ruang A yang agak judes - mungkin karena saya menggunakan layanan BPJS-) saya memutuskan untuk sharing terlebih dahulu di Graha H*ta Husada. Pelayanan di sana lebih baik, dengan resepsionis cantik dan kalem menurutku. Tapi sayangnya, di Graha juga mempunyai masalah yang sama, “kamar penuh”. Tapi suami masih terus berusaha, bertanyalah sang nahkoda rumah tangga tentang biaya yang harus dikeluarkan untuk oprasi dan sebagainya, dan bertanya hingga kapan kira-kira bisa menempati kamar rawat inap. Dari hasil tanya jawab yang ‘agak’ alot, datanglah asisten dokter yang menanyakan dokter bedah yang di kehendaki. Dr. Ferry Sp. B menjadi pilihan saya di Antara 4 nama dokter bedah. Setelah sekitar 1,5 jam menunggu, akhirnya ketemu juga dengan Dr. Ferry.
Dengan banyak pertimbangan (karena kepala bagian perawat ruang A yang agak judes - mungkin karena saya menggunakan layanan BPJS-) saya memutuskan untuk sharing terlebih dahulu di Graha H*ta Husada. Pelayanan di sana lebih baik, dengan resepsionis cantik dan kalem menurutku. Tapi sayangnya, di Graha juga mempunyai masalah yang sama, “kamar penuh”. Tapi suami masih terus berusaha, bertanyalah sang nahkoda rumah tangga tentang biaya yang harus dikeluarkan untuk oprasi dan sebagainya, dan bertanya hingga kapan kira-kira bisa menempati kamar rawat inap. Dari hasil tanya jawab yang ‘agak’ alot, datanglah asisten dokter yang menanyakan dokter bedah yang di kehendaki. Dr. Ferry Sp. B menjadi pilihan saya di Antara 4 nama dokter bedah. Setelah sekitar 1,5 jam menunggu, akhirnya ketemu juga dengan Dr. Ferry.
Setelah diperiksa
beberapa saat, beliau menjelaskan tentang benjolan di payudara yang diperkirakan
sudah berdiameter kurang lebih 3 cm. Yang intinya, pada dasarnya benjolan pada
manusia ada 3, yaitu benjolan normal yang meliputi hidung, telinga, dll (:D tau
deh apa lagi…kekeke). Dan benjolan abnormal yang bernama tumor, tumor terbagi
menjadi 2 bagian, yaitu tumor ganas dan tumor jinak. Tumor jinak masih memiliki
kemungkinan untuk di obati, karena sel-sel tumor tidak merusak sel-sel sehat
pada tubuh, tapi tidak menutup kemungkinan tumor jinak menjadi ganas jika di
biarkan terlalu lama dan akar akan menjadi kuat dan menyebar. Lain halnya
dengan tumor ganas atau biasa disebut dengan kanker. Sel-sel kanker umumnya
berkembang dengan cepat dan seringkali merusak sel-sel sehat dalam tubuh,
sehingga memerlukan tindakkan kesehatan lebih cepat.
Dari penjelasan
dr. Ferry, saya memutuskan secepatnya melakukan operasi. Dengan jadwal yang di
sepakati tanggal 11 maret 2015.
Dannnnn..........lanjutnya besok ya kawann….ngantuk banget nih…. :* see you my lovely friends
Dannnnn..........lanjutnya besok ya kawann….ngantuk banget nih…. :* see you my lovely friends
Tidak ada komentar:
Posting Komentar