Assalamu’alaikum
kawaannn…… ketemu lagi nihh :)
Lanjut tentang oprasi FAM saya, pada tanggal 11 Maret 2015 saya bersiap untuk melakukan oprasi. sekitar jam 07.00 pagi, saya bersama suami datang ke Graha H*ta Husada untuk mendaftar kembali, setelah sekitar 2,5 jam menunggu, saya kembali dipanggil ke ruang tindakan untuk chek riwayat kesehatan. Mulai dari tinggi badan, berat badat, alergi obat, pernah asma ataukah tidak, dll. Kemudian saya di minta untuk menunggu lagi. Sekitar pukul 10.00 saya dipanggil kembali ke ruang tindakkan dan di minta mengganti baju saya dengan baju "kebesaran'' pasien dan setelahnya saya di infus di punggung tangan kanan saya.
Tepat pukul 10.15, saya di bawa ke ruang pra oprasi dan di pasang Elektrokardiogram untuk mendeteksi detak jantung saya. Di ruang itu saya kembali ditanya tentang riwayat kesehatan. Dan tepat pukul 10.30, saya dibawa ke ruang oprasi yang sangat dingin. Awalnya saya kembali deg-degan banget, tangan dan kaki saya menggigil. Tapi setelah saya melihat ada banyak perawat dan dokter di dalam, saya sedikit lebih tenang. Mereka berusaha membuat saya tenang dengan mengajak saya mengobrol dan bercanda. Saya terus berdo'a dan berdo'a agar oprasi saya lancar. Kemudian seorang perawat perempuan menyuntikkan obat bius ke selang infus saya. Sembari berdo'a, saya tarik nafas pelan, tutup mata, buka mata, tutup mata lagi, dan ketika membuka mata lagi, saya sudah berada di ruang pemulihan. Rasanya masih sangat berat membuka mata, dan ketika saya melihat orang di sekitar saya, saya seperti melihat mereka menjadi double. Saya mencoba memejamkan mata lagi, tapi beberapa saat kemudian seorang perawat membangunkan saya dan kemudian saya dipindah ke ruang observasi di Graha.
Saya tidak merasakan sakit atau panas sama sekali di bagian bekas oprasi seperti yang banyak dibicarakan orang-orang pasca oprasi. Cuma, kalau boleh jujur ada 2 hal yang membuat saya menangis pasca oprasi, yaitu kebelet pipis dan haus yang sangat amat menyiksa( karena sebelumya saya puasa dari kemarennya) :D Sadar dari oprasi pukul 12.15 dan baru boleh minum sekitar pukul 16.30, itupun hanya 1 tutup botol air mineral. :( Begitu terulang hingga 4x berjeda watu 5 menit sekali. :( Sekitar pukul 17.30, saya dipindahkan dari ruang observasi ke ruang rawat inap. Oh ya, di ruang observasi, saya sempat dikasih liat oleh suami bentuk tumor yang selama 2,5 tahun bersarang di payudara saya. Yang menurut saya bentuknya seperti lemak daging sapi :D dan berdiameter sekitar 4cm.
Nah, itu sedikit pengalaman saya mengenai oprasi FAM ini...semoga bermanfaat untuk teman-teman semua dan buat teman-teman yang mengalami hal seperti saya, jangan pernah takut untuk berkonsultasi dengan dokter dan melakukan tindakkan oprasi. Kesehatan anda, berada pada diri dan sugesti anda sendiri.
Salam sehat dari saya,,, :*
Wassalamu'alaikum Wr. Wb. :) :*
Lanjut tentang oprasi FAM saya, pada tanggal 11 Maret 2015 saya bersiap untuk melakukan oprasi. sekitar jam 07.00 pagi, saya bersama suami datang ke Graha H*ta Husada untuk mendaftar kembali, setelah sekitar 2,5 jam menunggu, saya kembali dipanggil ke ruang tindakan untuk chek riwayat kesehatan. Mulai dari tinggi badan, berat badat, alergi obat, pernah asma ataukah tidak, dll. Kemudian saya di minta untuk menunggu lagi. Sekitar pukul 10.00 saya dipanggil kembali ke ruang tindakkan dan di minta mengganti baju saya dengan baju "kebesaran'' pasien dan setelahnya saya di infus di punggung tangan kanan saya.
Tepat pukul 10.15, saya di bawa ke ruang pra oprasi dan di pasang Elektrokardiogram untuk mendeteksi detak jantung saya. Di ruang itu saya kembali ditanya tentang riwayat kesehatan. Dan tepat pukul 10.30, saya dibawa ke ruang oprasi yang sangat dingin. Awalnya saya kembali deg-degan banget, tangan dan kaki saya menggigil. Tapi setelah saya melihat ada banyak perawat dan dokter di dalam, saya sedikit lebih tenang. Mereka berusaha membuat saya tenang dengan mengajak saya mengobrol dan bercanda. Saya terus berdo'a dan berdo'a agar oprasi saya lancar. Kemudian seorang perawat perempuan menyuntikkan obat bius ke selang infus saya. Sembari berdo'a, saya tarik nafas pelan, tutup mata, buka mata, tutup mata lagi, dan ketika membuka mata lagi, saya sudah berada di ruang pemulihan. Rasanya masih sangat berat membuka mata, dan ketika saya melihat orang di sekitar saya, saya seperti melihat mereka menjadi double. Saya mencoba memejamkan mata lagi, tapi beberapa saat kemudian seorang perawat membangunkan saya dan kemudian saya dipindah ke ruang observasi di Graha.
Saya tidak merasakan sakit atau panas sama sekali di bagian bekas oprasi seperti yang banyak dibicarakan orang-orang pasca oprasi. Cuma, kalau boleh jujur ada 2 hal yang membuat saya menangis pasca oprasi, yaitu kebelet pipis dan haus yang sangat amat menyiksa( karena sebelumya saya puasa dari kemarennya) :D Sadar dari oprasi pukul 12.15 dan baru boleh minum sekitar pukul 16.30, itupun hanya 1 tutup botol air mineral. :( Begitu terulang hingga 4x berjeda watu 5 menit sekali. :( Sekitar pukul 17.30, saya dipindahkan dari ruang observasi ke ruang rawat inap. Oh ya, di ruang observasi, saya sempat dikasih liat oleh suami bentuk tumor yang selama 2,5 tahun bersarang di payudara saya. Yang menurut saya bentuknya seperti lemak daging sapi :D dan berdiameter sekitar 4cm.
Nah, itu sedikit pengalaman saya mengenai oprasi FAM ini...semoga bermanfaat untuk teman-teman semua dan buat teman-teman yang mengalami hal seperti saya, jangan pernah takut untuk berkonsultasi dengan dokter dan melakukan tindakkan oprasi. Kesehatan anda, berada pada diri dan sugesti anda sendiri.
Salam sehat dari saya,,, :*
Wassalamu'alaikum Wr. Wb. :) :*